My New Template
Skin atau template sebuah blog, konon, sedapat mungkin mewakili karakter pemiliknya. Tetapi untuk mempunyai skin yang semacam itu tentu saja tidak mudah. Skin/template yang disediakan oleh server seperti blogger dan wordpress, misalnya, banyak yang bagus tetapi sangat general dan tidak unik. Menghendaki yang unik juga belum tentu bagus. Skin yang saya luncurkan hari ini adalah contohnya. Ha ha ha
Beberapa hari ini, di tengah mobilitas saya yang terganggu akibat keseleo, saya kembali mengerjakan skin blog ini. Saya pikir-pikir, kalau di rumah (Jogja) nanti pasti tidak sempat. Pertama, soal waktu. Kedua, soal koneksi internet.
Soal waktu tentu saja penting. Saya memerlukan waktu hampir seminggu penuh mulai dari menemukan ide, membuat draft, lalu menuangkannya dalam kode-kode html. Foto lilin itu saya buat sendiri (pinjam lilinnya roommate), menyusul tak ada gambar yang cocok dengan yang saya inginkan. Lagian, sudah saatnya menampilkan foto sendiri daripada ambil milik orang lain.
Foto wajah saya, yang muncul kembali setelah sekian lama tersembunyi, adalah produk self-potrait juga. Nggak pede juga sih… tapi lha wong cari gambar latar ya nggak ketemu, mau apa lagi…
Saya menyukai warna hitam karena warna ini sangat friendly dengan gambar (yang di gallery itu). Selain juga rasanya heing begitu.
Kedua soal koneksi internet. Maklum, saaat mengaplikasikan kode html, kadang apa yang kita rumuskan tak sesuai dengan yang tampil di web. Dengan sistem CSS begini, kalau mengerjakannya off-line sudah nyaris tidak mungkin. Belum lagi kadang antara IE dengan Firefox nggak membaca kode html kita dengan cara yang sama. Mangkel-ke banget. Untuk menemukan “kata sepakat” antara IE dengan Firefox dalam hal sekedar border-dotted di halaman ini, saya harus bolak-balik sampai dua jam (saking bodone… ha ha ha) untuk menemukan padding dan margin yang pas.
Jadi, dengan dua alasan itu saja, sebelum pulang saya merasa perlu membuat skin yang lebih unique dan durable. Nah, sekarang giliran anda untuk mengomentarinya (bila mau).
(cerita “things to leave” akan saya lanjutkan lagi besok)